100 ASN Pemkot Jaksel Ikuti Pelatihan MC dan Keprotokolan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menyelenggarakan pelatihan Master of Ceremony (MC) dan keprotokolan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Pelatihan ini diikuti sebanyak 100 peserta.
"Pelatihan ini sebagai ruang belajar"
Mengusung tema "Membangun Kepercayaan Diri, Etika, dan Profesionalisme", pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Frisca Clarissa, news presenter salah satu media ternama, serta M. Reza Wardy, pejabat sekaligus tenaga ahli bidang keprotokolan Indonesia.
ASN Pemkot Jaksel Ikuti Pembinaan Administrasi KepegawaianWakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan peserta dalam membawakan acara serta melaksanakan tugas keprotokolan sesuai dengan kaidah, etika, dan ketentuan yang berlaku.
"Kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan Master of Ceremony (MC) dan keprotokolan di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan. Sebagaimana kita ketahui, kesuksesan sebuah acara merupakan tanggung jawab dari tim keprotokolan dan MC," ujarnya, Rabu (29/7).
Ali menjelaskan, kehadiran MC dan protokol dalam setiap kegiatan bukan sekadar sebagai pembawa dan pengatur acara. Seorang MC merupakan wajah pertama yang membangun suasana, menjaga ritme acara, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara penyelenggara dan para tamu.
Menurutnya, kompetensi di bidang MC dan keprotokolan harus terus ditingkatkan. ASN dituntut memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik, percaya diri, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memanfaatkan teknologi dan menerapkan etika komunikasi dalam setiap kegiatan.
"Kami berharap, ke depannya seluruh rangkaian acara yang dilaksanakan oleh pemerintah kota, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan, sudah mumpuni dalam hal keprotokolan. Selain itu, kami juga berharap memiliki banyak pegawai yang punya kemampuan serta kualifikasi yang baik di bidang MC," terangnya.
Ali berharap, peserta yang mengikuti pelatihan dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan baik dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ia menuturkan, kemampuan di bidang MC dan keprotokolan merupakan kompetensi yang tidak banyak dikuasai oleh setiap orang sehingga dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta.
"Mari jadikan pelatihan ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antarpeserta. Jangan ragu untuk bertanya agar ilmu yang didapat semakin baik," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Pejaten Barat, Wanudya mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Terlebih, para narasumber memberikan materi secara jelas dan mudah dipahami, mulai dari teknik vokal, public speaking, penguasaan panggung, penyusunan susunan acara, penanganan situasi tidak terduga, hingga penerapan keprotokolan.
"Nantinya, ilmu yang saya dapatkan ini akan saya sebarkan di kantor sehingga dapat menambah rasa percaya diri serta kemampuan komunikasi yang efektif di lingkungan kerja," tandasnya.